Sebanyak 55 warga Kabupaten Ende meninggal terkena penyakit AIDS. Total pengidap HIV/AIDS di Ende sebanyak 99 orang, yang masih hidup hingga saat ini 44 orang. Warga Ende yang terkena AIDS pada umumnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia. Hal ini dikatakan Bupati Ende Don Bosco M. Wangge dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan cetak dan elektronik di ruang kerjanya, Senin (03/12).
Bupati Don mengatakan Kabupaten Ende selain dikenal sebagai daerah pengekspor tenaga kerja juga dikenal pengimpor AIDS. Yang membawa masuk AIDS ke Ende adalah para TKI yang bekerja di luar negeri . Angka-angka soal AIDS yang dipaparkan, jelas Bupati Don, adalah yang terliahat dipermukaan karena dapat dipastikan bahwa sebenarnya masih banyak yang terkena dampak dari AIDS.
“ AIDS seperti fenomena gunung es yang terlihat di permukaan saja, namun sebenarnya menyimpan bara yang mendalam karena masih ada ribuan yang terkena AIDS, “ kata Bupati Don.
Menurutnya, masyarakat yang kerkena AIDS pada umumnya karena berperilaku hidup tidak sehat. Untuk itu Bupati Don berharap warga Kabupaten Ende berperilaku hidup secara sehat agar dapat terhindar dari penyakit yang mematikan tersebut.
Lebih jauh Bupati Don mengatakan HIV/AIDS yang diidap warga Ende pada saat mereka bekerja sebagai TKI di Malaysia. Warga Ende terpaksa menjadi TKI di Malaysia karena di Ende tidak tersedia lapangan pekerjaan yang memadai. “ Kita tidak bisa mencegah orang untuk pergi mencari kehidupan, “ katanya.
Terkait dengan lapangan pekerjaan, kata Bupati Don, sebenarnya ada lapangan pekerjaan di Ende yang disediakan para investor yakni tambang pasir besi. Adanya pertambangan di Kabupaten Ende, lanjut Bupati , akan memberikan ruang atau membuka lapangan pekerjaan sehingga warga Ende tidak harus keluar negeri untuk mencari pekerjaan. Namun tidak semua jenis tambang yang bisa diberikan untuk beroperasi di Ende hanya tambang-tambang tertentu yang tidak berdampak luas terhadap lingkungan yang salah satunya adalah tambang pasir besi. (adm,poskupang)
Home »
» 55 WARGA ENDE MENINGGAL TERKENA AIDS
55 WARGA ENDE MENINGGAL TERKENA AIDS
Sebanyak 55 warga Kabupaten Ende meninggal terkena penyakit AIDS. Total pengidap HIV/AIDS di Ende sebanyak 99 orang, yang masih hidup hingga saat ini 44 orang. Warga Ende yang terkena AIDS pada umumnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia. Hal ini dikatakan Bupati Ende Don Bosco M. Wangge dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan cetak dan elektronik di ruang kerjanya, Senin (03/12).
Bupati Don mengatakan Kabupaten Ende selain dikenal sebagai daerah pengekspor tenaga kerja juga dikenal pengimpor AIDS. Yang membawa masuk AIDS ke Ende adalah para TKI yang bekerja di luar negeri . Angka-angka soal AIDS yang dipaparkan, jelas Bupati Don, adalah yang terliahat dipermukaan karena dapat dipastikan bahwa sebenarnya masih banyak yang terkena dampak dari AIDS.
“ AIDS seperti fenomena gunung es yang terlihat di permukaan saja, namun sebenarnya menyimpan bara yang mendalam karena masih ada ribuan yang terkena AIDS, “ kata Bupati Don.
Menurutnya, masyarakat yang kerkena AIDS pada umumnya karena berperilaku hidup tidak sehat. Untuk itu Bupati Don berharap warga Kabupaten Ende berperilaku hidup secara sehat agar dapat terhindar dari penyakit yang mematikan tersebut.
Lebih jauh Bupati Don mengatakan HIV/AIDS yang diidap warga Ende pada saat mereka bekerja sebagai TKI di Malaysia. Warga Ende terpaksa menjadi TKI di Malaysia karena di Ende tidak tersedia lapangan pekerjaan yang memadai. “ Kita tidak bisa mencegah orang untuk pergi mencari kehidupan, “ katanya.
Terkait dengan lapangan pekerjaan, kata Bupati Don, sebenarnya ada lapangan pekerjaan di Ende yang disediakan para investor yakni tambang pasir besi. Adanya pertambangan di Kabupaten Ende, lanjut Bupati , akan memberikan ruang atau membuka lapangan pekerjaan sehingga warga Ende tidak harus keluar negeri untuk mencari pekerjaan. Namun tidak semua jenis tambang yang bisa diberikan untuk beroperasi di Ende hanya tambang-tambang tertentu yang tidak berdampak luas terhadap lingkungan yang salah satunya adalah tambang pasir besi. (adm,poskupang)





0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !